Skip to main content

Sinode GMMI

Sinode GMMI

Gereja Musafir Masehi Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Berita

MUPEL GMMI 2026 Tetapkan Rekomendasi Strategis Menuju Sidang Raya Sinode 2027

Lewa Tidahu, Sumba Timur – Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) menutup pelaksanaan Musyawarah Pelayanan (MUPEL) Tahun 2026 yang berlangsung pada 5–8 Juli 2026 di GMMI Jemaat Yeruhali, Desa Lai Hau, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur. Forum musyawarah tingkat klasis dan gereja lokal tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi bahan pembahasan dalam Sidang Raya Sinode GMMI Tahun 2027 di Kabupaten Rote Ndao.

MUPEL merupakan forum evaluasi pelayanan sekaligus wadah merumuskan arah pengembangan organisasi gereja. Sebelum persidangan dimulai, peserta secara aklamasi memilih Pnt. Yusak Ulin, S.Sos. dan Pnt. Ridhon A. Bire, S.IP. sebagai pimpinan sidang yang memimpin jalannya musyawarah dan menetapkan tata tertib persidangan.

Pnt. Yusak Ulin, S.Sos. dan Pnt. Ridhon A. Bire, S.IP. sebagai pimpinan sidang

Agenda persidangan meliputi penyampaian laporan kemajuan pelayanan dari enam klasis GMMI, evaluasi program kerja, laporan Panitia Kerja (Panja) Pemilihan Ketua Sinode Tahun 2027, Panja Tata Gereja, serta Panja Liturgi. Setiap klasis menyampaikan perkembangan pelayanan, tantangan yang dihadapi, serta berbagai usulan untuk meningkatkan kualitas pelayanan gereja. Musyawarah berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan dan solusi dari peserta, namun tetap dalam suasana kekeluargaan dan semangat persekutuan.

Dalam arahannya, Ketua Sinode GMMI, Pdt. Gatsper Anderius Hawu Lado, M.Th., mengajak seluruh pelayan gereja untuk terus membangun organisasi secara konstruktif melalui sistem pelayanan yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan gereja.

“Maju mundurnya jemaat Musafir adalah kita sendiri. Kita harus berpikir konstruktif dan mengembangkan organisasi ini lebih baik ke depannya. Sistemlah yang akan kita bangun dan mengikat kita untuk maju bersama. Beberapa waktu ke depan kami akan memasuki masa emeritus. Karena itu estafet akan diteruskan kepada yang lebih muda, jaga kekompakan antara sesama pelayan dan juga jaga nama baik gereja/lembaga kita” ujarnya.

Arahan Ketua Sinode GMMI, Pdt. Gatsper Anderius Hawu Lado, M.Th.,

Panja Pemilihan Ketua Sinode memaparkan syarat dan kriteria calon, mekanisme penjaringan bakal calon, tahapan sosialisasi, hingga jadwal pelaksanaan pemilihan Ketua Sinode GMMI Tahun 2027. Panitia kerja ini terdiri atas Pdt. Yahya G. P. Keo, M.Th., Pnt. Aprilus Siprianus Ratu Wie, S.E., Pdt. Jonixon Hege, S.KK., Pdt. Jedit J. Tamelan, S.Th., dan Pdt. Jeni Evayati Feoh, S.Th..

Selanjutnya, Panja Tata Gereja melaporkan hasil penyusunan rancangan Tata Gereja, Peraturan Khusus, dan Peraturan Pelaksana Gereja GMMI, termasuk penyempurnaan redaksi serta penyesuaian nomenklatur tanpa mengubah prinsip-prinsip dasar gereja. Panja juga melakukan penelitian terhadap dokumen-dokumen teologi dan nonteologi sebagai dasar penyempurnaan tata gereja . Tim Panja Tata Gereja terdiri atas Pdt. Abraham Satya Graha, S.Th., M.Pd.K., Ph.D., Pdt. Johanis Khrist Hae, S.Th., M.Pd., D.Miss., Pdt. Gerson Bengu, S.Th., Pdt. Marshal F. Boimau, M.Th., Pnt. Ridhon A. Bire, S.IP., Pnt. Yance Djami, S.Pt., dan Deddy Frans, S.Pd., M.Tr.M.

Panja Tata Gereja GMMI

Sementara itu, Panja Liturgi memaparkan hasil penyusunan tata ibadah, pelayanan liturgi, serta koordinasi penyelenggaraan hari raya gerejawi dan ibadah-ibadah khusus di lingkungan GMMI. Panja ini beranggotakan Pdt. Gabriel A. Kana, S.Th., M.Min., S.Pd., Pdt. Welmintje Kana, S.Th., Pdt. Istin Hastuti, S.Th., dan Pdt. Ribka Ndoen, S.Th. Setelah memperoleh berbagai masukan dari peserta sidang, seluruh hasil kerja ketiga panja tersebut disahkan dalam sidang pleno sebagai rekomendasi resmi menuju Sidang Raya Sinode GMMI Tahun 2027.

Panja Liturgi GMMI

Penutupan MUPEL juga diisi dengan acara perjamuan kudus sebagai simbol kasih, kekeluargaan, dan  kesatuan di dalam tubuh GMMI, dan juga memperingati Kematian Tuhan Yesus di Kayu Salib untuk umat manusia. Pendeta Welmintje Kana, S.Th., bertindak sebagai pemimpin perjamuan yang mengambil firman Tuhan dari Lukas 16 :10 dan I Timotius 1 : 12-17, dengan tema Kita dipercayakan Tuhan untuk melayani. Lebih lanjut Pdt. Welmintje menyampaikan, “Pelayanan merupakan kehormatan, kepercayaan dan tanggung jawab; kita melakukan pelayanan karena kasih dan kesetiaan Tuhan juga untuk hormat dan kemuliaan nama-Nya,” imbuhnya.

Selain menetapkan berbagai rekomendasi strategis, MUPEL 2026 juga menjadi momentum penting dalam regenerasi pelayanan GMMI. Sekretaris Sinode GMMI, Pnt. Ridhon A. Bire, S.IP., membacakan Surat Keputusan Majelis Sinode Nomor 030/MS-GMMI/SK/VII/2026 tentang penempatan tenaga pelayanan baru. Melalui keputusan tersebut, Majelis Sinode menetapkan tiga orang Vikaris dan sebelas orang Calon Vikaris (Cavik) yang akan melayani di berbagai jemaat dan Pos Pekabaran Injil di wilayah Rote, Sumba, Kupang Kota, Kupang Barat–Semau, serta Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan. Penempatan ini diharapkan semakin memperkuat pelayanan, penggembalaan, serta menjawab kebutuhan gereja-gereja lokal di berbagai wilayah pelayanan GMMI.

Melalui hasil-hasil yang dicapai dalam MUPEL 2026, GMMI menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mempersiapkan Sidang Raya Sinode Tahun 2027 sebagai momentum penting bagi keberlanjutan pelayanan gereja. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan dalam mewujudkan pelayanan yang semakin tertata, relevan, dan berdampak bagi jemaat serta masyarakat.

 


df_dep_pelita

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.