Sinode GMMI

Sinode GMMI

Gereja Musafir Masehi Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Profile

Tentang Sinode GMMI

Tentang Sinode GMMI

Sinode GMMI adalah singkatan dari Sinode Gereja Masehi Musafir Indonesia, sebuah sinode gereja Kristen yang berpusat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan telah menjadi anggota resmi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

ntt-icon-3

Berpusat di NTT

PGI-logo-2

Anggota PGI ke-96

kegiatan-studi-logo-2

Tuan Rumah Kegiatan Studi Wilayah PGI
2024-2029

sidang-icon

Penyelenggara Sidang Raya ke-VII Tahun 2019

Sejarah GMMI

Peristiwa ini diawali pada tahun 1942, tahun dimana Gereja Masih dalam pengawasan Belanda sehingga para pemuda termasuk Bapak Daud Dumanau (Founding Father) menginginkan agar adanya Gereja-gereja yang berdiri sendiri, terlepas dari tata cara bangsa Belanda. 17 Desember 1950, untuk pertama kalinya ibadah kebaktian dalam Gereja bebas dari perikatan dengan GMIT dan bertempat di Rumah Bapak Daud Dumanauw (Alm) sekaligus sebagai Pendeta dan sebagai Pimpinan umum dan Penasehat GMM di NTT. Masih dalam tanggal, bulan dan tahun yang sama, telah disepakati bersama tata cara kebaktian, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan pencatatan nama-nama jemaat. Dalam kesepakatan adanya GMM, maka telah ditetapkan dialaskan Tuhan Yesus sebagai, kepala Gereja, oleh karenanya tanggal 17 Desember 1950 merupakan momentum paling bersejarah dan ditetapkan sebagai Hari Jadi GMM.

  • Gereja adalah milik Tuhan
  • Masehi adalah Pengikut Kristus
  • Musyafir dalah orang yang datang/perantau (Ibrani 8:13)
unnamed (6)

Visi & Misi GMMI

Visi

Menjadi gereja yang setia dan tangguh dalam memberitakan Injil Yesus Kristus, membentuk jemaat yang bertumbuh dalam iman, kasih, dan pengharapan, serta menjadi terang dan garam bagi dunia.

Misi

  • Mewartakan Injil keselamatan kepada segala bangsa melalui pelayanan yang kontekstual dan relevan.

  • Membina dan memperlengkapi jemaat dalam pengajaran firman, disiplin rohani, dan pelayanan kasih.

  • Mengembangkan pelayanan pendidikan, sosial, dan budaya yang mendukung pertumbuhan rohani dan kesejahteraan masyarakat.

  • Menjalin kerja sama dengan gereja dan lembaga lainnya dalam kesatuan tubuh Kristus.

  • Menjadi teladan dalam kehidupan beriman, bermasyarakat, dan berbangsa.

Filosofi GMMI

GMMI berakar pada pemahaman bahwa kehidupan orang percaya adalah sebuah perjalanan musafir bersama Allah menuju kesempurnaan. Dalam perjalanan itu, gereja menjadi komunitas yang saling menopang, membangun, dan bersaksi dalam kasih Kristus. Nilai-nilai iman, kesederhanaan, kesetiaan, dan pelayanan menjadi fondasi dalam setiap langkah pelayanan dan kehidupan bergereja.

Sinode GMMI