Skip to main content

Sinode GMMI

Sinode GMMI

Gereja Musafir Masehi Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Berita

Profil GMMI Klasis Sumba

SUMBA – 08 Juli 2026, Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) Klasis Sumba merupakan salah satu wilayah pelayanan Sinode GMMI yang lahir dari semangat penginjilan dan misi perintisan gereja di Pulau Sumba. Cikal bakal pelayanan dimulai melalui mission trip mahasiswa STTI Kupang yang kemudian dilanjutkan oleh Badan Misi Sinode GMMI pada periode 2006–2008. Dari pelayanan tersebut berdirilah Pos Pelayanan Injil (PI) GMMI Yeruhali sebagai jemaat pertama GMMI di Sumba.

Bergambar di depan Gereja GMMI Yeruhali, cikal bakal pelayanan di Sumba. dari Pos PI menjadi Gereja Lokal yang mandiri

Pelayan pertama yang diutus oleh Sinode GMMI adalah Vikaris Daniel Rihi, S.Th., yang melayani sejak Juli hingga Oktober 2008. Pelayanan kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Yahya G.P. Keo, M.Th., bersama Pdt. Rut Rambu Doru, S.Th., yang hingga kini terus mengembangkan pelayanan dan pembinaan jemaat di wilayah tersebut.

Pdt. Yahya G.P. Keo, M.Th., bersama Pdt. Rut Rambu Doru, S.Th. yang saat ini melayani di GMMI Yeruhali

Dalam perkembangannya, GMMI Klasis Sumba menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Dari hanya tiga kepala keluarga dengan 28 jiwa pada masa awal pelayanan, GMMI Yeruhali berkembang menjadi 26 kepala keluarga dengan 130 jiwa. Pertumbuhan tersebut dicapai melalui pembinaan iman yang berkesinambungan melalui ibadah rumah tangga, persekutuan, kunjungan pastoral, ibadah syukur, pembaptisan, pemberkatan nikah, pelayanan duka, serta kegiatan Sekolah Minggu, pelayanan pemuda, dan pemuridan.

Bergambar bersamaa jemaat dan para pelayan GMMI

Pelayanan GMMI di Sumba juga ditopang melalui pengembangan pendidikan formal dan nonformal. Berbagai lembaga telah dirintis, mulai dari PAUD pada tahun 2009, SDN Njara Bara pada tahun 2012, SPPTM pada tahun 2015, hingga Program Pengembangan Anak (PPA) sejak tahun 2017 yang masih berjalan sampai sekarang. Intensitas penginjilan juga melahirkan jemaat-jemaat baru, yaitu GMMI Pengharapan pada tahun 2018 dan Pos PI GMMI Anugerah Lakopa pada tahun 2019 yang kini telah berkembang menjadi jemaat mandiri dan memiliki kelas Annex PPA.

GMMI Anugerah Lakopa

Saat ini GMMI Klasis Sumba memiliki sumber daya pelayanan yang terdiri atas para pendeta, vikaris, dan calon vikaris yang melayani pada empat jemaat dan dua Pos Pelayanan Injil. Untuk memperkuat pelayanan, GMMI Klasis Sumba terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga teologi dalam rangka mempersiapkan kader pelayan serta dengan lembaga-lembaga misi di dalam maupun di luar negeri guna mendukung pelayanan perintisannya.

Bergambar bersama Jemaat Generasi Yosua-Mangili

Dari sisi aset pelayanan, setiap jemaat terus mengalami perkembangan. GMMI Yeruhali telah memiliki tanah bersertifikat seluas satu hektare dengan gedung gereja permanen beserta fasilitas penunjang. GMMI Anugerah Lakopa memiliki lahan hibah dan sedang mengupayakan legalitas tanah serta pembangunan rumah pelayan. GMMI Pengharapan telah memiliki gedung gereja permanen dan sedang merencanakan pembangunan pastori. Sementara itu, Pos PI Yudea Palembar masih berjuang memperoleh lahan pelayanan. GMMI Generasi Yosua Mangili telah memiliki kompleks gereja dan pastori di atas lahan seluas 50 x 50 meter, serta terus mengalami pertumbuhan jemaat sejak dirintis pada tahun 2023. Di sisi lain, Pos PI Diaspora Bali melayani sekitar 20 jiwa dengan tempat ibadah yang masih berpindah-pindah karena belum memiliki lokasi tetap.

Bergambar bersama di depan GMMI Pengharapan Wangga-Waingapu

Secara keseluruhan, GMMI Klasis Sumba kini terdiri atas empat jemaat dan dua Pos Pelayanan Injil dengan jumlah 54 kepala keluarga dan 279 jiwa. Adapun jemaat tersebut meliputi GMMI Yeruhali, GMMI Pengharapan, GMMI Anugerah Lakopa, GMMI Generasi Yosua Mangili, Pos PI Yudea Palembar, serta Pos PI Diaspora Bali.

Pos PI Diaspora Bali yang belum punya tempat tetap untuk beribadah

Dalam menjalankan pelayanan, GMMI Klasis Sumba mengusung visi “Menjadi Gereja Pemberita Injil dengan menghadirkan satu gereja di setiap Kampung Marapu.” Visi tersebut diwujudkan melalui strategi memuridkan setiap generasi untuk mengenal Allah Tritunggal berdasarkan pemahaman Alkitab, mempersiapkan generasi pemberita Injil yang menjadi pemimpin gereja yang berdampak, serta membangun kemitraan misi di dalam maupun di luar negeri bagi pengembangan pelayanan dan perintisan gereja.

Sebagai bentuk penataan organisasi, maka Sinode GMMI telah mengeluarkan Surat Keputusan Majelis Sinode bernomor 031/MS-GMMI/SK/VII/2026 tanggal 8 Juli 2026 tentang badan pengurus klasis GMMI Klasis Sumba yang dibacakan oleh Sekretaris Sinode GMMI Pnt. Ridhon A. Bire, S.IP., adapun badan pengurus Klasis GMMI Sumba terdiri dari Pdt. Yahya G.P. Keo, M.Th. sebagai Ketua, Pdt. Margarina H., S.Th., sebagai Wakil Ketua, Pnt. Serli Balu Tata, S.Th., sebagai Sekretaris, dan Pdt. Marlin Lisin, S.Th., sebagai Bendahara. Kepengurusan juga didukung oleh Pdt. Rut R. Doru, S.Th., sebagai Ketua Biro Penatalayanan serta Pdt. Deli E. Saketu, S.Th., sebagai Ketua Biro Pelayanan dan Misi. Dengan semangat pelayanan, penginjilan, dan pemuridan yang terus dikembangkan, GMMI Klasis Sumba berkomitmen untuk menjadi gereja yang bertumbuh, mandiri, dan berdampak bagi masyarakat serta terus menghadirkan terang Kristus di Pulau Sumba dan daerah-daerah pelayanan lainnya.

Doa berkat buat Badan Pengurus Klasis Sumba oleh Pdt. Welmintje Djampi-Kana, S.Th.

Narasumber : Pdt. Yahya G.P. Keo, M.Th

df_dep_pelita

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.

Sinode GMMI