Skip to main content

Sinode GMMI

Sinode GMMI

Gereja Musafir Masehi Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Berita

IAKN Kupang dan GMMI Perkuat Pelayan Gereja Melalui Pelatihan Teologi Ibadah dan Liturgi

Kupang Barat, www.sinodegmmi.org – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui Fakultas Seni Keagamaan Kristen, Program Studi Seni Pertunjukan Keagamaan, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) Klasis Kupang Barat dan Semau pada 30 April-2 Mei 2026 bertempat di Gereja GMMI Jemaat Pniel Kuanheum. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Teologi Ibadah dan Liturgi Hari Raya Gerejawi di Klasis Kupang Barat dan Semau – Kabupaten Kupang” sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah yang kreatif, kontekstual, dan tetap berakar pada dasar-dasar teologi gereja.

Tim Dosen dari IAKN Kupang dan Tim dari GMMI

Ketua Tim PKM, Abraham Satya Graha, Ph.D., menjelaskan bahwa liturgi memiliki posisi sentral dalam kehidupan gereja sebagai ruang perjumpaan umat dengan Allah. Di tengah perkembangan budaya dan perubahan zaman, gereja dituntut untuk mampu menghadirkan bentuk-bentuk ibadah yang kreatif tanpa meninggalkan substansi teologis yang menjadi fondasi iman Kristen.

“Kreativitas dalam liturgi bukan sekadar menghadirkan sesuatu yang baru, tetapi bagaimana gereja mampu menyampaikan kebenaran Injil secara lebih komunikatif, relevan, dan menyentuh kehidupan umat sesuai konteks pelayanan masa kini,” jelasnya.

Penyerahan Sumbangan Buku Teologi dari IAKN oleh Abraham Satya Graha, Ph.D., kepada Ketua Klasis Kupang Barat dan Semau Pdt. Marshal F. Boimau, M.Th.

Sebagai gereja yang menganut sistem Presbyterian Sinodal, GMMI telah memiliki 12 model liturgi baku yang digunakan dalam berbagai pelayanan gerejawi, mulai dari ibadah umum, sakramen, pernikahan, baptisan, hingga penahbisan pelayan gereja. Namun, hingga kini liturgi khusus untuk berbagai hari raya gerejawi, seperti Advent, Natal, Epifani, Prapaskah, Pekan Suci, Paskah, Pentakosta, dan perayaan liturgi lainnya belum disusun secara khusus sehingga masih menggunakan struktur ibadah umum.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar dilaksanakannya program Pengabdian kepada Masyarakat oleh IAKN Kupang. Melalui pelatihan ini diharapkan para pendeta, vikaris, majelis jemaat, dan aktivis pemuda memperoleh pemahaman teologis yang benar mengenai makna setiap musim dalam kalender gerejawi sekaligus mampu mengembangkan liturgi yang lebih kreatif sesuai karakter masing-masing perayaan.

Materi pelatihan akan membahas delapan siklus utama kalender liturgi Kristen, yakni Hari Tuhan (Minggu), Advent, Natal, Epifani, Masa Prapaskah, Pekan Suci, Paskah hingga Pentakosta, serta masa setelah Pentakosta. Selain memperdalam dasar-dasar teologi ibadah, peserta juga akan dilatih menyusun bacaan Alkitab, pemilihan nyanyian, narasi pastoral, serta berbagai unsur liturgi yang mendukung pelaksanaan ibadah hari raya secara lebih kontekstual.

Pelaksanaan PKM menggunakan pendekatan pelatihan yang memadukan pembelajaran langsung (direct instruction), diskusi interaktif, dan demonstrasi praktik liturgi. Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh kesempatan mempraktikkan penyusunan dan pelaksanaan liturgi secara langsung dengan pendampingan dari tim dosen.

Tim pelaksana PKM terdiri atas Abraham Satya Graha, Ph.D., sebagai ketua tim, didampingi tim dosen Dominggus Y. Selan, M.Hum., dan Yuharni, M.Sn., serta mahasiswa Ady Kristo Nalle. Dalam kesempatan ini tim juga membawakan materi latihan vokal dasar bagi para pelayan dalam memimpin ibadah. Seluruh kebutuhan kegiatan, termasuk materi pelatihan, buku rohani, dan konsumsi peserta, disiapkan oleh tim PKM IAKN Kupang.

Peserta kegiatan berasal dari para pelayan GMMI Klasis Kupang Barat dan Semau yang meliputi pendeta, vikaris, perwakilan majelis jemaat, serta aktivis pemuda dari setiap jemaat di wilayah klasis tersebut.

Salah seorang peserta PKM Pnt.Yusak Ulin, S.Sos., yang merupakan majelis dari GMMI Jemaat Eklesia Bolok dan juga mantan Camat Kupang Barat periode 2016-2025, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para pelayan di lingkup Klasis Kupang Barat dan Semau.

“Ini memberikan suatu motivasi yang luar biasa, menguatkan kami para hamba Tuhan yang melayani di jemaat-jemaat lokal yang ada. Kami berharap bahwa kegiatan ini akan terus berkelanjutan dan terus terbina kerja sama yang baik antara IAKN dan GMMI,” ujarnya.

Pada kesempatan yang terpisah Pdt. Marshal Fynsensius Boimau, M.Th., selaku Ketua Klasis Kupang Barat dan Semau, menyampaikan rasa terima kasih yang sangat besar kepada tim dari IAKN dan merasa terberkati dengan kegiatan ini.

“Harapan kami ke depan akan ada lagi kegiatan-kegiatan lain serta program yang memberikan dampak bagi pengembangan umat dan organisasi, Ke depan, kalau ada mahasiswa yang ingin berpraktek di Klasis Kupang Barat dan Semau, maka dengan senang hati tangan kami terbuka. Kami juga akan mendorong anak-anak kami untuk dapat melanjutkan pendidikan di IAKN karena telah terbukti sebagai kampus yang berkualitas dan memiliki dosen yang kompeten di bidangnya”, imbuh Pendeta Marshal.

Penandatangan Implementation Agreement (IA) antara IAKN Kupang dan GMMI Klasis Kupang Barat dan Semau

Melalui kerja sama yang terbangun lewat penandatanganan Implementation Agreement (IA), IAKN Kupang berharap penguatan kapasitas para pelayan gereja tidak hanya meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah hari raya gerejawi, tetapi juga memperkaya kehidupan spiritual jemaat melalui liturgi yang kreatif, bermakna, serta tetap setia pada tradisi dan ajaran gereja. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan gereja ini diharapkan menjadi model pengabdian yang mampu memperkuat pelayanan gerejawi sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia di lingkungan gereja secara berkelanjutan.

df_dep_pelita & asg

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.