Sinode GMMI

Sinode GMMI

Gereja Musafir Masehi Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Renungan

Hidup dalam Kasih: Dasar Iman Kristen

Salah satu inti ajaran Kristen yang paling mendalam adalah kasih. Dalam Injil, kasih bukan hanya sekadar perasaan hangat atau tindakan sesekali—melainkan gaya hidup. Yesus sendiri menegaskan bahwa kasih adalah hukum yang terutama dalam kehidupan orang percaya.

Ketika seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus tentang hukum yang paling utama, Ia menjawab:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu… Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
(Matius 22:37,39 – LAI TB)

Dua perintah ini merangkum seluruh kehendak Allah—mengasihi Dia dan mengasihi sesama. Dalam dunia yang penuh konflik, individualisme, dan kesalahpahaman, kasih menjadi kesaksian yang paling kuat tentang siapa Allah dan bagaimana anak-anak-Nya seharusnya hidup.

Namun mengasihi tidak selalu mudah. Kasih menuntut kerendahan hati, pengampunan, kesabaran, dan pengorbanan. Dalam 1 Korintus 13, kasih digambarkan sebagai sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak sombong, dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kasih adalah keputusan untuk terus memberi, meskipun tidak selalu dibalas.

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia. Kasih bukan hanya diwujudkan dalam kata-kata, melainkan juga dalam tindakan nyata—menolong mereka yang menderita, memaafkan yang menyakiti, dan hadir bagi yang terluka.

Dalam kehidupan sehari-hari, mari kita berdoa agar kasih Kristus memenuhi hati kita, agar orang-orang di sekitar dapat melihat terang-Nya melalui hidup kita.

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”
(1 Korintus 13:13 – LAI TB)

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.

Sinode GMMI