STT Musafir Gelar Peletakan Batu Pertama, Tandai Dimulainya Pembangunan Kampus
KUANHEUM, Kupang Barat – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Musafir memasuki babak baru dalam peningkatan prasarana pendidikannya. Sabtu (29/8/2026), bertempat di Desa Kuanheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, digelar peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya seluruh rangkaian konstruksi pembangunan kampus STT Musafir.


STT Musafir nanti akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi yang berstatus tanah hibah dari Pnt. Nasium Elimelek Polin. Berdasarkan masterplan yang telah disusun, kompleks kampus akan terbagi ke dalam beberapa massa bangunan, di antaranya gedung rektorat, ruang kelas, asrama mahasiswa, gedung serbaguna, laboratorium, dan perpustakaan, dengan lapangan futsal yang berada di tengah kawasan bangunan.

Kepala Desa Kuanheum, Semi Polin, S.Pd.K., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi kepada Sinode Gereja Masehi Musafir Indonesia (GMMI) dan Yayasan Musafir atas inisiatif untuk membangun perguruan tinggi di desanya. Ia menyebut kehadiran STT Musafir sebagai pemenuhan impian lama, mengingat Desa Kuanheum sebelumnya telah memiliki lembaga pendidikan mulai dari jenjang TK/PAUD hingga SLTA, namun belum memiliki perguruan tinggi.
“Ini adalah impian dan kerinduan saya selama menjadi Kepala Desa Kuanheum, karena di desa kami telah ada berbagai lembaga pendidikan mulai dari TK/PAUD sampai SLTA, tapi akhirnya sekarang STT Musafir hadir sebagai lembaga perguruan tinggi pertama di Desa Kuanheum. Untuk itu kami sebagai pemimpin akan mendukung dengan penuh sukacita dalam proses pembangunan ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa juga memberikan bantuan secara spontan berupa 30 sak semen untuk mendukung proses pembangunan.

Ketua Sinode GMMI, Pdt. Gatsper Anderius Hawu Lado, M.Th., yang juga menjabat Ketua STT Musafir, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah dan terus mendukung STT Musafir dalam setiap proses pembangunan.
“Secara khusus di tempat ini kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Kuanheum, perangkat RT setempat, kepada Penatua Nasium Elimelek Polin, kepada para donatur, kepada semua warga sekitar dan hamba-hamba Tuhan pada lingkup GMMI yang turut hadir dan memberikan sumbangsih sehingga peristiwa hari ini bisa terjadi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pembangunan STT Musafir Kuanheum, Pdt. Marshal Fynsensius Boimau, M.Th., mengatakan sudah saatnya STT Musafir memiliki gedung yang layak, nyaman, dan komprehensif.
“Kami akan membangun ruang-ruang kelas yang nyaman karena ini adalah pusat kegiatan akademik formal mahasiswa. Selain itu, akan ada juga asrama mahasiswa yang akan menjadi pendukung ekosistem belajar mahasiswa, sehingga ke depan mahasiswa diharapkan memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk belajar, berorganisasi, dan beristirahat,” lanjut Pdt. Marshal.












df_dep_pelita