Skip to main content

Sinode GMMI

Sinode GMMI

Gereja Musafir Masehi Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Sinode GMMI

Gereja Masehi Musafir Indonesia

Artikel

GET 30.33: Menggerakkan 30.000 Misionaris, Menjangkau Bangsa-Bangsa hingga 2033

“The Harvest Is Waiting” — Ketika Tubuh Kristus Bersatu Mengutus Pekerja bagi Tuaian Dunia

Panggilan untuk menjangkau bangsa-bangsa dengan Injil Kerajaan kembali ditegaskan melalui sebuah gerakan misi yang membawa visi besar: GET 30.33 — Go Evangelism Transformation, Sending 30K Missionaries to the Nations by the Year 2033.

Gerakan ini lahir dari kerinduan untuk melihat bangsa-bangsa mengalami transformasi melalui Injil Kerajaan sekaligus menjawab kebutuhan akan pekerja-pekerja misi yang siap diutus ke berbagai bangsa. GET 30.33 tidak berdiri sebagai gerakan yang bekerja sendiri, melainkan hadir sebagai connector bagi Tubuh Kristus dan collaborator bagi berbagai institusi yang memiliki hati dan visi yang sama dalam pelayanan misi.

Melalui kolaborasi tersebut, berbagai gereja, lembaga Kristen, lembaga pelatihan tenaga kerja, komunitas diaspora, serta berbagai pihak lainnya diajak mengambil bagian dalam menghadirkan pekerja-pekerja bagi tuaian, baik dari Indonesia maupun dari bangsa-bangsa di berbagai belahan dunia.

  • Jendela 10/40: Ladang Tuaian yang Menanti

Salah satu perhatian utama gerakan ini adalah Jendela 10/40, yaitu wilayah yang berada di antara garis 10 dan 40 derajat Lintang Utara dari garis Khatulistiwa, membentang dari Afrika Barat, melewati Timur Tengah hingga Asia Timur.

Wilayah ini mencakup 67 negara dengan sekitar 4,8 miliar penduduk atau sekitar dua pertiga populasi dunia. Kawasan tersebut juga menjadi tempat tinggal sekitar 82 persen orang termiskin di dunia serta merupakan wilayah tempat berbagai blok agama besar dunia berada dan sekaligus menjadi salah satu kawasan yang paling kurang terjangkau oleh Injil.

Besarnya tantangan tersebut semakin terlihat dari data yang dipaparkan dalam materi GET 30.33. Dari total populasi dunia pada 2025 yang diperkirakan mencapai sekitar 8,2 miliar jiwa, terdapat sekitar 3,56 miliar orang yang masih unreached atau belum pernah mendengar Injil, atau sekitar 43,5 persen dari populasi dunia.

Selain itu, terdapat sekitar 7.295 kelompok masyarakat (people groups) yang secara budaya dan bahasa belum terjangkau secara efektif oleh Injil. Banyak di antaranya berada dalam wilayah Jendela 10/40. Negara-negara yang disebutkan dalam materi antara lain India, Pakistan, Indonesia, China, Jepang, Iran, Turki, Nigeria dan Thailand.

10/40 Window

Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka terdapat manusia, keluarga, komunitas dan generasi yang membutuhkan kesempatan untuk mendengar kabar baik Injil. Karena itu, GET 30.33 melihat kebutuhan tersebut sebagai panggilan bagi Gereja untuk tidak hanya berbicara tentang misi, tetapi bergerak, mempersiapkan dan mengutus.

  • Berakar pada Amanat Alkitab

Semangat GET 30.33 dibangun di atas dasar panggilan Alkitabiah untuk menjangkau bangsa-bangsa.

Yesaya 56:7 menegaskan bahwa rumah Tuhan akan disebut sebagai “rumah doa bagi segala bangsa.” Sementara itu, dalam Matius 28:19-20, Yesus memberikan Amanat Agung agar para murid pergi, menjadikan semua bangsa murid-Nya, membaptis dan mengajar mereka melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan-Nya.

Gambaran mengenai tujuan akhir misi juga terlihat dalam Wahyu 7:9, ketika Yohanes melihat suatu kumpulan besar manusia dari segala bangsa, suku, kaum dan bahasa berdiri di hadapan takhta dan Anak Domba.

Semangat tersebut semakin ditegaskan melalui Matius 24:14: Injil Kerajaan akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa.

Dengan demikian, misi bukan sekadar program tambahan dalam kehidupan Gereja. Misi merupakan bagian dari panggilan Gereja untuk mengambil bagian dalam karya Allah bagi dunia.

  • Visi: Bangsa-Bangsa Mengalami Transformasi

GET 30.33 membawa visi yang jelas: “Bangsa-bangsa mengalami transformasi melalui Injil Kerajaan sampai tahun 2033.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat empat fokus utama yang menjadi gerak strategis pelayanan.

Pertama, berkolaborasi dengan Tubuh Kristus untuk menjangkau dunia dengan Injil Kerajaan.

Kedua, memperlengkapi umat Tuhan agar menjadi pemberita Injil bersama seluruh Tubuh Kristus.

Ketiga, melatih anak-anak muda agar menjadi profesional yang memiliki hati misi sekaligus mandiri di dunia kerja.

Keempat, mengutus 30.000 misionaris ke bangsa-bangsa sampai tahun 2033.

Target 30.000 misionaris bukan hanya berbicara tentang jumlah. Di dalamnya terdapat sebuah proses panjang untuk menemukan, membentuk, memperlengkapi dan mendampingi para pekerja misi sehingga mereka benar-benar siap hadir di tengah bangsa-bangsa.

Para Misionaris
  • Mencari Pekerja dari Berbagai Sumber

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, GET 30.33 membuka ruang kerja sama melalui tiga sumber utama.

Pertama adalah sumber pekerja atau daya, melalui kerja sama dengan gereja-gereja lokal dan lembaga-lembaga Kristen yang mempunyai visi yang sama untuk merekrut serta memperlengkapi para pekerja bagi tuaian.

Kedua adalah tenaga kerja, yaitu bekerja sama dengan lembaga pelatihan tenaga kerja untuk merekrut dan mempersiapkan para pekerja bagi tuaian.

Ketiga adalah diaspora, dengan membangun kerja sama bersama masyarakat yang bermigrasi ke negara lain, sekaligus merekrut dan memperlengkapi mereka untuk menjadi bagian dari gerakan misi.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa misi dapat dilakukan melalui berbagai jalur kehidupan. Seorang misionaris tidak selalu harus berangkat dengan pola pelayanan yang konvensional. Profesional, tenaga kerja, anak muda dan diaspora pun dapat menjadi bagian dari panggilan untuk membawa Injil kepada bangsa-bangsa.

  • Dari Rekrutmen hingga Pengutusan

GET 30.33 telah merumuskan sejumlah rencana kerja untuk mewujudkan visi tersebut.

Pertama, membentuk Tim 10 secara nasional, regional dan lokal.

Kedua, menyelenggarakan rekrutmen dan pelatihan serta menyusun standar pelatihan yang berkualitas dan relevan bagi pelayanan pengutusan kepada bangsa-bangsa.

Ketiga, menyelenggarakan pengutusan melalui kolaborasi dengan berbagai gereja, lembaga Kristen, lembaga tenaga kerja dan komunitas diaspora, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Keempat, membangun serta meningkatkan hubungan dengan berbagai asosiasi di dalam dan luar negeri yang bergerak dalam bidang yang sama melalui pola partnership.

Kelima, memberikan pelayanan pastoral bagi para utusan dan keluarganya.

Keenam, menyediakan layanan data dan informasi bagi gereja, lembaga Kristen, lembaga pelatihan tenaga kerja dan komunitas diaspora di Indonesia maupun di luar negeri.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pengutusan dipandang sebagai sebuah ekosistem. Seorang misionaris bukan hanya perlu dikirim, tetapi juga perlu dipersiapkan, dilatih, didukung, didampingi secara pastoral dan dibangun dalam jaringan kerja sama yang kuat.

  • Anak Muda Menjadi Kekuatan Gerakan Misi

Salah satu aspek penting dari GET 30.33 adalah perhatian terhadap generasi muda.

Anak-anak muda tidak hanya dipandang sebagai penerima tongkat estafet pelayanan, tetapi juga sebagai bagian penting dari gerakan misi masa kini. Mereka diarahkan untuk menjadi generasi profesional yang memiliki hati, misi dan kemandirian di dunia kerja.

Untuk itu, gerakan ini tidak berhenti pada penginjilan, tetapi juga memberikan perhatian pada pendidikan, pelatihan, pengembangan kapasitas dan kesiapan anak muda untuk masuk ke berbagai bidang kehidupan.

Semangat tersebut diwujudkan antara lain melalui agenda Youth City Conference yang berlangsung di sejumlah kota di Indonesia sepanjang 2026.

Agenda tersebut meliputi Bekasi pada 7 Februari, Klaten 28 Maret, Pekanbaru 18 April, Malang 23 Mei, Surabaya 20 Juni, Sukabumi 18 Juli, Depok 22 Agustus, Semarang 19 September, Bandung 17 Oktober dan Kupang pada 21 November 2026.

Rangkaian konferensi tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan visi misi, membangun kesadaran generasi muda, memperlengkapi calon pekerja misi serta menghubungkan anak-anak muda dengan jaringan pelayanan yang lebih luas.

  • Tim Nasional GET 30.33

Untuk mengawal gerakan ini, telah dibentuk Formatur Tim Nasional GET 30.33.

Tim tersebut terdiri dari Pdt. Dr. Daniel Pandji, MA sebagai Pembina, Pdt. Piter Faraknimela, S.Th. sebagai Wakil Pembina dan Regina Nelwan, S.Th. sebagai Sekretaris Pembina.

Selanjutnya, Pdt. Dr. Gede Widiada, MBA, M.Th. dipercaya sebagai Koordinator Umum, dengan Ev. Dr. Natasha Sandrian, MA., M.Th. sebagai Sekretaris Umum dan Windy Elizabeth, SE sebagai Sekretariat.

Untuk bidang keuangan terdapat Pdt. Isaac Soetanto Latief, M.Th. sebagai Bendahara Umum dan Harris Kristianto Wahyudi, SE sebagai Bendahara.

Bidang Pendidikan dan Training dipercayakan kepada Pdt. Dr. Timotius Chandra, MA dengan Pdt. Kristiyadi Winarto, ST, M.Th. sebagai wakil. Bidang Pengembangan dipercayakan kepada Ev. Yeremia Romelani, S.Th., MA dengan Pdt. Dr. Andi Markus, M.Th. sebagai wakil. Sementara Bidang Rekrutmen dan Seleksi ditangani oleh Tim Nasional GET 30.33.

  • Dari Indonesia untuk Bangsa-Bangsa

GET 30.33 membawa sebuah pesan penting bagi Gereja di Indonesia: bahwa Indonesia bukan hanya menjadi tempat menerima pelayanan misi, tetapi juga dapat menjadi basis pengutusan misionaris bagi bangsa-bangsa.

Melalui kerja sama antargereja, lembaga Kristen, dunia pendidikan, lembaga pelatihan tenaga kerja dan komunitas diaspora, potensi besar yang ada di Indonesia dapat diarahkan menjadi kekuatan pengutusan.

Di sinilah konsep connector dan collaborator menjadi penting. Tidak semua gereja atau lembaga harus mengerjakan semuanya sendiri. Sebaliknya, kekuatan-kekuatan yang berbeda dapat dipertemukan untuk menghasilkan gerakan bersama.

“The Harvest Is Waiting”

Pesan “LET’S GO — THE HARVEST IS WAITING” menjadi gambaran sederhana namun kuat dari semangat GET 30.33.

Tuaian sedang menanti. Pertanyaannya bukan lagi apakah bangsa-bangsa membutuhkan Injil, tetapi apakah Gereja bersedia menjawab panggilan untuk pergi.

Target 30.000 misionaris sampai tahun 2033 adalah sebuah langkah iman sekaligus panggilan untuk bekerja secara terencana. Dibutuhkan gereja yang mau berkolaborasi, umat Tuhan yang bersedia diperlengkapi, anak-anak muda yang memiliki hati misi, para profesional yang siap melayani melalui keahliannya, serta para utusan yang bersedia pergi ke tempat-tempat di mana Injil masih belum didengar.

Pada akhirnya, GET 30.33 bukan semata-mata tentang sebuah angka. Ini adalah tentang manusia, bangsa-bangsa dan sebuah panggilan untuk membawa Injil Kerajaan sampai ke ujung bumi.

Dan ketika Gereja bergerak bersama, 30.000 bukan hanya sebuah target, tetapi dapat menjadi simbol dari sebuah generasi yang menjawab panggilan Tuhan:

Pergi. Memberitakan Injil. Membawa transformasi. Mengutus. Menjangkau bangsa-bangsa.

GET 30.33 — Go Evangelism Transformation, Sending 30K Missionaries to the Nations by the Year 2033.

Disadur dari berbagai sumber misi GET 30.33

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.